Rabu, 02 Agustus 2023

APA ITU MAHAR KEILMUAN ? APAKAH JUGA PAKE ADAB WALOPUN UDAH BELI 🀣 MAHARA MAKSUD KU πŸ™

Tulisan sederhana ini saya tulis umumnya kepada para pecinta ilmu ghoib, dan
khususnya untuk para penghobi dunia supranatural suka, doyan tapi masih sebatas pada katanya 🀭 semoga tulisan sederhana ini tidak 
mempersempit, syukur bisa menyatukan jurang pemisah yang seringkali terjadi antara
Peminat ilmu dengan Pengijazah ilmu, dan kiranya juga dapat memberikan pemahaman
atas pertanyaan-pertanyaan seperti

• Mengapa saya selalu gagal dalam menuntut suatu keilmuan?
• Wah kalau begitu saya ketipu paranormal palsu
⚫ Ilmu ini garansi 100% ga, apakah mahar bisa kembali?

• Maunya apa sih? tirakat ga mau, mahar juga ga mau?
Adab menuntut ilmu dan adab pengijazah ilmu dalam suatu pakem keilmuan sangatlah

ADAB!!!
 "Adab Penuntut Ilmu" dan juga bagaimana
Adab seorang Pengijazah Ilmu

Yang lain Berhasil, kok saya Gagal?

Anda pecinta ilmu ghoib? saya juga demikian. Anda gemar melanglang jagad
mendatangi suatu tokoh ataupun tempat keilmuan? saya pun demikian. anda gemar
memahari pengijazahan keilmuan tapi sering gagal? saya pun demikian. anda sering
gagal dan anda merasa ditipu? saya tidak πŸ˜‚ betul saya pun seperti anda, memahari
sautu keilmuan yang begitu dilaksanakan ternyata tidak memberikan hasil, bedanya
saya tidak merasa ditipu.

Loh kok bisa seperti itu?

Oke, kita sama-sama share pengalaman kita barangkali ada kesamaan. Kita tidak
menampik bahwa di jagad "lapak paranormal" baik itu yang sifatnya online
menawarkan keilmuan melalui website, ataupun forum dan juga yang sifatnya offline
menawarkan keilmuan langsung melalui tatap muka banyak sekali ragam nya. Saya
akui, ada yang memang paranormal yang sengaja menipu, ada yang tidak bermaksud
menipu tetapi tidak bertanggung jawab atas keilmuan yang ia tawarkan, ada yang
benar-benar memiliki gemblengan keilmuan yang "nyata hasil" tapi terlalu komersil,
ada yang tida komersil tapi jaim - seenaknya melayani para peminat jasa mereka, ada
yang hit n run, banyak sekali pengalaman yang telah saya alami dalam perjalanan
keilmuan dan olah batin, ada suka nya dan duka nya juga tentunya.

Saya seperti anda, sejak remaja sudah gemar melanglang jagad keilmuan seperti ini dan
saya ga tau mana yang hitam mana yang putih, mana yang belang yang jelas saya
gemar. Saya pernah menelan 27 butiran emas yang dibuat seperti pelet, katanya sih
biar aura nya muncar kaya Raden Harjuna, 🀭 dan ternyata biasa aja, masih mending
kalau berubah muncar kaya RAden Harjuna walaupun yg KW1 atau KW2 ini benar-
benar tidak terasa efek apapun. Susuk intan dipasang sampai 4, yang akhirnya pada
mrotol keluar lagi, ini pernah juga saya alami. Lalu menelan sampai berpuluh-puluh
pelor sepeda yang katanya bisa membangkitkan daya kanuragan dan kebringasan,
karena saya katanya termasuk orang yang super sabar dan nrimo kalau untuk ukuran
manusia saat ini, belum lagi yang dilakoni sendiri seperti mutih, ngebleng, wiridan
yang ribuan, dsb. mungkin mahar yang saya keluarkan kalau dihitung sudah bisa
membeli mobil toyota avanza, karena saya memang penggemar ilmu - bagi saya ilmu
itu seperti wanita, indah, menggairahkan, berapapun maharnya kalau saya sudah
menginginkan akan saya upayakan, walaupun hasilnya ternyata tidak seperti yang di
khayalkan sebelumnya sesuai iklan. Maaf ya, saya curhat dulu semoga ada kesamaan
kita 🀣

Saya masih ingat dulu saat saya ingin terbuka mata batin, bisa melihat kaya gimana sih
kunti jablay itu? pocong, gendruwo yang ga pernah mau pake kolor, dsb. Saya browse,
beberapa puluh lapak paranormal yang ada di internet, termasuk majalah dan tabloid.
Dari situ saya pilah, dan akhirnya saya pilih 1 yang saya anggap mumpuni karena track record nya 

testimonial nya sudah banyak. Lalu saya hubungi paranormal tersebut, dan
seperti yang tertulis di lapak nya GARANSI BERHASIL, maka saya tanyakan kembali,
apakah garansi, YA !! garansi. Saya langsung wuss !! meluncur ke tempatnya,
memberikan mahar 1 juta, lalu saya duduk, jidat saya, kening, punuk di tempelin wafak
kuning berajah tulisan cina, persis seperti di film-film vampire mandarin, lalu di
putarlah musik (mungkin untuk membuka cakra) ngooeenng...ngoooeeenng...saya
pejam mata mengikuti instruksi, setelah selesai, punuk saya digores dengan jarum,
dirajah dengan rajah tionghwa. Dan singkat cerita, saya tidak mendapatkan apa yang
saya harapkan. Lalu apakah saya SMS kepada paranormal itu dan menyindir mahar, dan
janji garansi berhasil?? tidak...dan apakah saya memendam rasa penyesalan, kecewa,
eneg, jengkel? Tidak.

Owh saya ga kapok, saya bukan orang yang gampang menyerah. Setelah kumpul-
kumpul dana beberapa bulan kemudian saya browse lagi, kali ini harus lebih waspada,
berdasarkan data dari saudara-saudara saya langsung yang mata batinnya sudah
terbuka melalui paranormal tersebut - yang saya pelajari track record nya memang
sudah kelas antar provinsi - maka saya coba datangi. Saya ga pernah menawar mahar,
bagi saya ilmu itu serupa dengan wanita, cantiknya, indahnya, nikmatnya ga sebanding
dengan mahar yang dikeluarkan. Okey, deal !!..maka saatnya prosesi pembukaan mata
batin dimulai jam 2 dini hari. Singkat cerita hasilnya ga ada :) saya menuntut mahar?
tidak.. saya jengkel, kecewa, nguneg? juga tidak. Kapok?? tidak juga hehe

Masih kurang puas, kali ini saya dapat referensi dari seorang kawan yang saya akui
punya kemampuan mata batin yang ekstra tembus dibandingkan yang lain. Saya pernah
memahari "peri" species dari jenis bangsa jin juga, padahal saya ga cerita pada kawan
saya tersebut, tapi tiba-tiba dia SMS bahwa saya punya peri, dan dia dengan tepat
menyebut PERI, karena memang peri mempunyai ciri khusus. Nah kawan saya
mempunyai kemampuan tersebut dari gurunya yang katanya belajar secara gaib
melalui kanjeng Sunan Kalijaga. Malam saya meluncur keluar ke TKP, mahar
seperti biasa kisaran 1 juta, garansi berhasil - begitu kata kawan saya. Ending cerita
anda sudah tau lah, ga usah saya terusin. :) dan seperti biasa saya tidak kecewa,
jengkel, nyindir mahar apalagi meminta nya lagi, bahkan gurunya jadi bisnis kolaborasi
dengan saya jual benda-benda pusaka, haha

Contoh diatas baru masalah minat saya terhadap keilmuan mata batin loh, belum
keilmuan lainnya, saya pernah diijazahkan ilmu yang lokasi pengijazahnya di gunung
mendekati puncaknya. Dan ijazahnya ga boleh dicatat, jadi saat diijazahkan "diucapkan
mantra nya oleh paranormal tersebut" saya harus menyimak dan harus hapal karena
hanya diucapkan 1x dan mantra nya cukup panjang, sekitar 4 baris dalam ebook ini,
saya alhamdulilah hafal. Tapi nah tapinya saya ga pernah gunakan, masih banyak
pengalaman perjalanan keilmuan yang pernah saya alami yang tentu saja
mengeluarkan mahar, disamping waktu dan tenaga, tapi hasil yang saya rasakan ga ada.
Dan semua tidak membuat saya kecewa, jengkel, nguneg apalagi terpikir meminta
mahar kembali. TIDAK!!! 

Kenapa saya ga jengkel, kecewa, nguneg, apalagi meminta mahar kembali sebagaimana
yang mereka janjikan "garansi berhasil, atau mahar kembali", mengapa demikian?

Karena mereka TULUS

Saya melihat, merasakan bagaimana tulusnya mereka berusaha dengan segala daya
upaya, lahir batin yang mereka miliki berusaha agar keilmuan itu bisa melebur dalam
jagad diri saya. Toh track record mereka sebelumnya juga sudah BANYAK yang
berhasil, hanya kali ini saya tidak berjodoh - ilmu yang mereka berikan ibarat bibit
tanaman yang mungkin hanya hidup di tanah dataran rendah, sedangkan saya dataran
tinggi, mungkin begitu.

Dalam perjalanan keilmuan, baik yang sifatnya akademis maupun batin, saya selalu
tulus kepada guru, kepada adab keilmuan termasuk mahar. Dan saya lihat mereka juga
tulus. Tulus bertemu Tulus - tapi belum Berjodoh. Lah kalau tulus bertemu tulus saja
belum tentu berjodoh apalagi tulus yang bertemu tidak tulus?? bisa anda bayangkan?

Peminat keilmuan yang sudah deg-degan, was was takut ditipu. Lalu dengan beringas
SMS an terhadap sang pemilik ilmu, mengajukan butir-butir MOU tentang garansi dan
mahar kembali, saya sarankan sebaiknya BATALKAN - tidak perlu melanjutkan, karena
garansi nya malah Garansi 100% GAGAL. Syarat hidupnya keimuan itu "tulus bertemu
tulus". Tulus dari yang memberikan ilmu tersebut, tulus dari yang meminta ilmu
tersebut, karena ilmu itu ibarat wanita. Anda menginginkan seorang wanita, lalu anda
bertanya apakah wanita ini bisa memuaskan anda di kasur, berapa gaya kamasutra
yang ia kuasai, apakah mahar bisa kembali setelah dinikah nanti, atau bisa juga dari si
pemilik wanita itu sendiri yang sudah mempunyai niat "tidak tulus" karena wanita yang
akan diberikan ternyata bukan wanita sungguhan melainkan wanita berbuntut didepan,
dsb. Tulus bertemu tulus, itulah awal perjalanan keilmuan yang harus ada dalam setiap
penuntut ilmu. Si pemilik ilmu ibarat wanita juga tidak boleh semena-mena, si pemilik
materi/uang ibarat pria juga tidak boleh semena-mena. Anda punya itu saya punya ini,
saya punya ini anda punya itu - yuk tulus kita pertemukan, maka insya Allah akan
membuahkan hasil yang manfaat, sekehendak NYA. Untuk saya pribadi, saya selalu ber
sangka baik, tulus pada ilmu apapun yang saya minati, termasuk terhadap si pemilik
ilmu beserta mahar ketulusan yang menjadi syaratnya, apapun hasilnya nanti.

Begitulah, syarat keilmuan adalah "Tulus bertemu Tulus".

Terlebih pada ilmu yang bersifat metafisik, batin. Adab penuntut ilmu sangat UTAMA.
Jangan heran jika ada peristiwa dimana seorang pemilik ilmu sengaja memberikan ilmu
yang ia anggap tidak berkualitas bagi dirinya, bahkan mungkin diganti "redaksi mantra"
nya, tapi saat sudah dimahar, ilmu tersebut ternyata tumbuh menjadi ilmu yang
dahsyat yang mengherankan si pemberi ilmu itu sendiri. Ilmu adalah salah satu asma Allah, salah satu dari sifat Nya, hak MUTLAK manfaat dan kemenangan bukan pada tangan si paranormal, bukan pada redaksi mantra, bukan pada mahar, tapi pada ketulusan si peminat ilmu itu sendiri, yang memulai perjalanan ilmu nya dengan hati
yang bening, hati yang tulus terhadap ilmu, terhadap guru dan terhadap amanat diri.

MAHAR APAAN SIH?

Wanita tidak bisa dibeli dengan harta seberapa pun juga, tapi wanita bisa dimiliki
hanya dengan syahadat. Yang terpenting adalah keikhlasan si wanita itu sendiri yang
membuka hatinya untuk dimiliki, digunakan, dimanfaatkan, dinikmati - melalui prosesi
yang bernama nikah dan disertai mahar sebagai simbol pembuka keikhlasan. Kalau
anda ingin memiliki wanita, ingin menikmati, ingin memanfaatkan tapi tidak mau
memaharkan, sama saja dengan ingin diberi tapi tidak mau memberi.

Saya ingin coba wanita itu dulu, nikah dan mahar belakangan
Saya siap menikahi wanita, memahar, tapi kalo ga asik mahar dipulangin ya

Sudahlah, lebih baik tidak usah melangkah. Saya tidak membela pemilik ilmu yang
mematok mahar, dan saya tidak membela mereka yang tidak mau memahar. Yang
penting tidak usah saling mencederai HAK seseorang. Adalah hak si pemilik ilmu
menetapkan mahar untuk ilmu yang akan dia pasrahkan untuk anda miliki, dan adalah
hak anda untuk menyetujui atau tidak menyetujui - tanpa harus saling mencederai

ADAB PEMILIK IILMU DAN PEMINTA NYA

Mungkin anda sering mendengar umpatan-umpatan seperti ini, tidak saja dari pemilik
ilmu yang menawarkan pengijazahan dengan mahar tertentu, tetapi juga dari peminat
ilmu itu sendiri

πŸ’Œgimana ga jengkel, waktu belum dimahar mah manis banget, sms dibales, tapi

begitu uang udah ditransfer, di telpon ga diangkat, di sms ga dibales :(
πŸ’Œwah gila ane ketipu, uang mahar udah ditransfer paket ijazah keilmuan ga
dikirim-kirim udah 10 hari di sms aja ga dibales :(

πŸ’Œ Wah ane ketipu, udah ngejalanin laku keilmuan hasilnya kaga ada

ini orang minta dibuka mata batin maunya instan, rese ya udah gua kirim kunti
aja taro di matanya, beres lah daripada puyeng:[

πŸ’Œenak amat tuh orang, maunya dibersihin enerji negative nya, diisi enerji pesona,

pengasihan, di conjure tapi maharnya belakangan, emangnya ga cape apa orang bersihin

Anda mungkin menyangka keluhan itu hanya dari pemahar ilmu saja, 
tidak .. bahkan
dari pengijazah ilmu itu sendiri. Salah satu kawan saya yang buka praktek sebagai
paranormal dengan berpuluh testiominial murni pun sempat mumet menghadapi
rengekan client nya yang ingin cepat-cepat terbuka mata batinnya, akhirnya diam-diam
"mengirim kuntilanak dipasang di matanya. Bingo !!...si client puas, tapi pakem
keilmuan menjadi cacad baik si pengijazah maupun si pemahar ilmu.

Memang benar di pasar "olah batin" yang ditawarkan baik melalui medsos maupun
tatap muka, tentu saja ada paranormal palsu. Paranormal palsu yang dimaksud disini
dikatakan menipu karena memaharkan ilmu yang dia sendiri tidak MAMPU, tidak
memilikinya, dia hanya sebagai kolektor amalan kolektor wiridan, hanya itu. Dan ada pula penipu, yang pura-pura menawarkan pengijazahan keilmuan tapi begitu transfer mahar terjadi, paket keilmuan tidak dikirim.

Bagi saya pribadi, paranormal palsu ga begitu membahayakan. Karena biasanya
paranormal palsu itu dulunya adalah orang yang gemar ilmu, menuntut kesana kemari
dengan mahar puluhan juta namun ga ada manfaat yang ia rasakan, akhirnya kalap -
memaharkan koleksi nya dengan bungkus penawaran & marketing yang cetar
membahana. Dan jangan salah, seperti yang sebelumnya saya katakan adakalanya
suatu keilmuan tidak manfaat bagi orang lain tapi manfaat pada kita. Ibarat benih
tanaman yang hanya cocok dengan kondisi tertentu, hal itupun berlaku dalam pakem
keilmuan. Seorang yang warna batinnya lebih diwarnai kanuragan tentu akan lebih
pesat saat mengijazahkan suatu ilmu yang sesuai dengan bahan dasar batin yang
merupakan hak nya. Seseorang yang warna batinnya lebih diwarnai pengasihan - saat
mengijazahkan suatu ilmu keras yang bersifat kadigdayan - tentu saja kalah cepat
dengan mereka yang warna batinnya memang cenderung pada hal tersebut.

ADAB PENGIJAZAH KEILMUAN
Seorang yang mengijazahkan suatu keilmuan haruslah memiliki 4 sifat dalam dirinya
yaitu: Sidik, Amanah, Fatonah, Tablig

Sidik artinya bahwa dia memiliki nilai-nilai kebenaran tentang ilmu yang ia akan
ijazahkan. Jangan sampai seperti paranormal palsu yang hanya mengijazahkan catatan
atau fotocopy sebuah keilmuan. Dengan sifat sidik ini artinya si pengijazah memang
benar-benar memiliki keilmuan tersebut yang hidup dalam dirinya

Amanah, disini bahwa si pengijazah harus memiliki niat yang tulus lahir batin dan tekad
bahwa dirinya mampu mengangkat harkat derajat keilmuan si pemahar ilmu itu,
bagaikan seorang rosul yang diutus kepada umat nya. Seorang rosul yang mampu
membuat si bodoh jadi cerdas, yang lemah jadi kuat, yang sakit jadi sembuh, yang kotor
jadi bersih, yang putus asa jadi hidup kembali, yang biasa jadi luar biasa. Sebagai
seorang rosul ia hari-hari memikirkan nasib kaumnya, menangisinya, mendoakan nya,
mengayomi nya dan dengan segala daya upaya beruaha mengentaskan, dan membawa
kaumnya ke gerbang pintu kemerdekaan. Dalam sifat inilah masih sebagian besar
paranormal atau pengijazah ilmu BELUM memilikinya. Benar mereka memiliki
keilmuan tersebut (shiddiq), tetapi belum memiliki sifat amanah. Mereka merasa
bahwa tugasnya setelah dimahar, adalah mengijazahkan, mengirim fotocopy amalan,
dan menunggu kabar. BAhkan ada yang lebih ekstrim, yaitu tidak mau mendengar
kabar progress perjalanan ilmu si pemahar, dan yang paling kebangetan begitu transfer
mahar dilakukan, sudah tidak mau dihubungi lagi. Di SMS ga dibalas, boro-boro
ditelpon, tiba-tiba...ting tong...paket fotocopy keilmuan datang beserta asesoris lainnya
seperti kapsul penyelarasan, dsb. Selesai

"Ya cape lah gan, mahar paling 200 rebu perak masa ane harus habis waktunya
ngamatin tuh murid, mending muridnya mau ngejalanin, kadang-kadang muridnya juga
ga ngejalanin, kalau mahar 1juta sih mending lah, ane mau ngawasin progresnya"

Haduh..ga maido juga sih. Saya merasakan bagaimana paranormal itu pun lelah, jangan
kira nerawang itu seperti kita liat foto di HP, enerji termakan, kalau over dosis bisa
lelah, begitupun conjure, booster, pembersihan - mending kalau yang dibersihin basic
bahan batinnya sudah bagus, lah kalau awut2an kaya tempat sampah, ada binatang
galaknya juga. ADa salah seorang kawan yang habis melakukan pembersihan, malam
nya diserang rombongan makhluk metafisik yang tadi pagi baru saja dibersihkan, dan
ini memang benar-benar terjadi, dan masih banyak kejadian lain yang mungkin jarang
diketahui oleh pemahar ilmu yang dianggapnya pekerjaan "olah langit" itu bisa sambil
fesbukan. Sementara pemilik ilmu mau mematok mahar yang pantas saja sudah mikir-
mikir disebabkan persaingan dalam "pasar supranatural" 🀣 

Fatonah, atau superiority atau keunggulan atau mumpuni. Seorang pengijazah harus
mumpuni, dia harus mampu melakukan pengawasan, pengawalan, dan pengendalian
pada saat proses keilmuan terjadi. Jangan sampai terjadi seorang ahli mediumisasi
memasukan makhluk ketubuh seseorang, lalu orang tersebut ngamuk tapi tidak bisa
mengendalikannya. Contoh kasus lain misalkan seorang paranormal yang ingin
melakukan pembersihan, main hantam kromo sapu bersih, sehingga khodam-khodam
keilmuan yang pernah dimaharkan ikut bersih. SEderhana nya mirip seorang teknisi
komputer. Seorang paranormal harus tau spesifikasi hardware dan software komputer
yang akan ditangani, jika dia liat di dalam program komputer tersebut sudah memiliki
anti virus AVG sekaligus Kaspersky, lalu ia diminta install antivirus NOD maka teknisi
tersebut harus memiliki sifat fatonah. Apakah pengijazahan keilmuan NOD pada
komputer tersebut akan memberikan manfaat? atau malah menyebabkan sistim
tersebut menjadi lambat bahkan hang, disebabkan kapasitas memory RAM nya yang
terbatas, atau perlukah ia membuang antivirus yang sudah terpasang, jika memang
perlu tentu saja la harus meminta izin terlebih dahulu, dsb.

Pada tingkat yang lebih mendasar lagi, teknisi tersebut harus mampu melihat apakah
paket program yang ia miliki sifatnya mumpuni dibandingkan komputer yang ia hadapi.
Kalau paket program yang ia miliki hanya paket XP sedangkan yang dihadapi adalah
kompter dengan spesifikasi intel i5 ya bukannya malah bagus, malah ngacak-ngacak
dalam arti kata lain GAGAL. Dan inipun berlaku dalam dunia supranatural. Bumi
berlapis, dan langit pun berlapis, termasuk langit batin diri manusia. Bahkan langit
batin manusia lebih kompleks, lebih rumit, lebih nilimet. Kadang terjadi seorang
paranormal diminta membukakan suatu pengijazahan keilmuan pada seseorang, tetapi
GAGAL, padahal pada berpuluh bahkan beratus orang lainnya berhasil. Begitu dia
curhat pada paranormal lain yang memiliki daya tembus lebih tinggi, barulah terjawab
...Oh ternyata nasab si paranormal masih dibawah orang yang akan ia tangani, artinya
langit nya masih dibawah langit si client tersebut, dan ini memang benar-benar terjadi
dalam dunia supranatural, dimana ada istilah trah, ada pula tetesan, dan titisan.

Dengan memiliki sifat fatonah yang bagus, seorang paranormal tidak gegabah
menerima semua calon client nya. Saya dulu beberapa kali pernah meminta
pengijazahan pada seorang ustadz yang memiliki ta'lim pengkhususan pada "olah
batin" tapi saat saya minta Cuma menjawab "aaah...ini mah udah punya gudang
sendiri". Lah saya juga terheran-heran, karena saya merasa belum bisa apa-apa, ingin
memiliki ilmu yang diijazahkan olehnya, tapi malah ditolak dengan santun. 

Tabligh, pengertian tabligh disini "sampai tuntas". Mengajarkan ilmu haruslah tetap
dikawal, diawasi, dikendalikan sampai ilmu tersebut sampai pada gerbang
kemerdekaan, sampai si pemahar ilmu tersebut dapat mandiri, merasakan manfaatnya
secara nyata. Berikan secara tuntas, berikan secara utuh. Jangan sampai memberikan
keilmuan tapi setengah hati, jangan sampai mengijazahkan keilmuan tapi dibuang
bagian-bagian yang justru merupakan inti keilmuan tersebut, dan yang lebih ekstrim
lagi sengaja "menyasarkan" nya. Ada loh, saya pernah baca sebuah buku keilmuan yang
beredar di toko-toko besar, beberapa kalimat pengamalan atau wiridan yang entah
salah ketik atau sengaja di sasarkan, karena hal itu terjadi pada beberapa pembahasan
keilmuan.

Melalui ebook sederhana ini, semoga mengingatkan kita betapa penting nya 4 sifat
tersebut yang harus dimiliki oleh seorang pengijazah keilmuan. Nah sekarang

Adab Penuntut Ilmu

Saudara ku, sebuah perjalanan ilmu haruslah sinergi antara si pemberi-penerima.
Bagaikan rosul yang diutus kepada kaum, maka "penuntut ilmu" adalah kaum yang
akan diangkat derajat harkat martabat keilmuannya. BAni Israil merengek kepada
Tuhannya untuk diutus seorang rosul kepada mereka, seorang penuntut ilmu pun
merengek agar diutus seorang rosul kepada mereka yang dalam hal ini adalah
pengijazah keilmuan, dan masing-masing mempunyai adab. Inilah 4 sifat yang juga
harus ada pada seorang penuntut ilmu

Sidik, artinya bahwa si penuntut ilmu itu memiliki nilai-nilai kebenaran dalam dirinya.
BEnar pada niat nya, yaitu niat menginginkan ilmu tersebut, dan siap menerimanya
dengan tanggung jawabnya yang utuh, siap menjaga nya, siap membina nya, siap
menyayanginya, dsb. dan juga benar pada ketulusannya terhadap guru, terhadap ilmu
itu sendiri dan pada amanat diri - bahwa ia menginginkan ilmu itu adalah untuk
memberikan kemanfaatan pada dirinya, keluarganya dan masyarakat. Hati-hati,
masalah NIAT sangatlah penting dalam perjalanan keilmuan. Jangan salah loh, dua

orang yang sama-sama mewiridkan lafazh tertentu, hasilnya akan beda-beda,
diantaranya adalah karena niat.
Amanah, disini artinya bahwa si penuntut ilmu yang menginginkan ilmu tersebut
YAKIN bahwa sang pengijazah dan ilmu yang akan diserahkan kepada nya itu mampu
membawa dan mengangkat dirinya kepada harkat martabat dan derajat keilmuan yang
lebih tinggi sesuai yang ia inginkan. Seorang penuntut ilmu yang sudah ragu-ragu dalam
dirinya terhadap kemampuan si pengijazah, atau pada keilmuan yang akan ia titipkan

sebaiknya tidak perlu melangkah lebih jauh, percayalah akan sia-sia, hanya akan

membuang mahar percuma yang berbuntut pada fitnah.
Amanah disini juga mempunyai arti bahwa ia sanggup mematuhi pakem keilmuan yang
akan diijazahkan, patuh terhadap mahar, patuh terhadap pelaksanaan, patuh terhadap
aturan-aturan, dsb. Karena penuntut ilmu itu ibarat kaum yang sudah merasa pasarah
dan memasrahkan dirinya kepada sang pengijazah, baik lahir maupun batinnya.
Ibaratnya seorang istri, yang harus patuh pada kepemimpinan suami. Seorang penuntut
ilmu yang membanding-bandingkan pakem keilmuan yang sedang ia jalankan dengan
pakem keilmuan sebelumnya, adalah ibarat seorang istri yang protes dan membanding-
bandingkan "mustika" suami yang sekarang dengan suami sebelumnya. Mengapa
besarnya segini, yang dulu begitu, mengapa harus menggunakan gaya kamasutra ini,
yang sebelumnya begini dan begitu.

Jika sekiranya anda termasuk seorang penuntut ilmu yang memiliki sifat amanah yang
utuh, silahkan lanjut. Tetapi jika tidak, sebaiknya tidak usah melangkah. Kembali hal ini
akan menyebabkan cacadnya hasil keilmuan yang anda sedang jalani.

Fatonah, disini artinya anda sebagai penuntut ilmu harus memiliki sifat superior dalam
pelaksanaan, pengawasan, pengendalian. Betul, si pengijazah juga mengawal anda, tapi
anda pun harus mengawal diri anda. Si pengijazah menjaga anda, tapi anda juga harus
menjaga diri anda, si pengijazah mengawasi anda, tapi anda juga harus mengawasi diri
anda. Jika anda termasuk seorang penuntut ilmu yang "bossy", yang merasa bahwa
segala sesuatu dijamin beres dan harus beres yang penting mahar sudah diberikan,
baiknya anda tidak usah lanjut melangkah. Hubungan guru-murid dalam perjalanan
suatu keilmuan ibarat hubungan suami istri, keduanya harus saling memiliki, saling
berusaha, saling menjaga, saling menyayangi, saling menguatkan untuk tercapainya
suatu tujuan yang dicita-citakan. Guru meng GARANSI 100% bahwa ia mampu
menganggkat harkat dan derajat keilmuan anda, ibaratnya guru mengulurkan tangan
nya kepada anda yang terperosok di parit, dan dia menggaransi mampu mengangkat
anda naik ketas, sebaliknya anda harus siap meraih tangan tersebut dengan erat, dan
mengangkat sendiri tubuh anda naik keatas.

Tabligh, artinya "sampai tuntas". Tuntas dalam memberikan mahar. Boleh ga dicicil?
ada loh penuntut ilmu yang maharnya dicicil hehe.🀭 Saya masih ingat hampir sewindu
yang lalu saat saya tertarik pada ilmu hipnotis yang dimiliki oleh seorang paranormal
selebs ki kus**o, ketika disebut angka mahar 25 juta saya sempat meminta keringanan
untuk mencicil, dan dibolehkan sayangnya saya ga lanjut memaharkan karena
anggaran nya kepake untuk kepentingan lain. Mencicil atau tidak itu sah-sah saja, kunci
nya adalah sama-sama ikhlas, ikhlas yang memberikan, ikhlas yang menerima dan
tuntas. Seperti anda juga, saya memang penggemar keilmuan, walaupun bukan berarti
saya sakti - tapi mungkin lebih serupa dengan "kolektor" hehe...

Apakah cukup tabligh dalam urusan mahar saja? ya ga lah tabligh juga dalam
melaksanakan semua arahan dan petunjuk yang diberikan oleh si pengijazah. Disuruh
tapa kungkum di air mengalir di sungai yang sudah ditentukan, nawar tapa kungkum
nya di kolam renang yang memiliki kolam arus, disuruh ngebleng puasa nonstop 3 hari
3 malam, tapi sengaja minum kapsul dopping anti lapar, dsb.

Capek 😭 nulisnya terimakasih udah baca ntar nymbung πŸ˜‚ lagi ya πŸ™







Tidak ada komentar:

Posting Komentar